Tak terasa sudah masuk hari ke-3 dari Tantangan 30hari ngeblog-nya Blogger Perempuan Network. Tema kali ini adalah “Mengapa Menggunakan Domain Blog Saat ini”.
Well, jika menyimak postingan saya sebelumnya di bagian ini.
Ceritanya, anitarohmawati.com ini merupakan eposide final dari drama gonta-ganti nama blog semenjak tahun 2006 hehehe.
Anita Rohmawati adalah nama lengkap saya sendiri. Di social media lain saya menggunakan nama lengkap plus nama belakang Bapak saya yakni Amyseno. Sehingga lengkapnya Anita Rohmawati Amyseno. Maksudnya siap-siap nanti kalau bikin paspor umroh hehehe.
Sebenarnya, nama Bapak saya Agus xxxxxxx Amy Seno. Mohon maaf ada yang disensor. Versi nama paspor umroh saya? mohon maaf lablenya MISTERI, jadi non-shareable hehehehe.
Saat ini saya merasa nyaman dengan Anita Rohmawati Amyseno untuk nama di social media.
Mengapa kok tidak pakai nama ibu saja?
Sekali lagi, mengacu pada tuntunan islam, seorang anak yang lahir dari pasangan sah tentunya, dinisbatkan pada ayahnya. Dalam hukum waris juga ikut Bapaknya. Yang menikahkan kita juga Bapak hehehe. Walapun yang melahirkan Ibu. Tapi jangan salah, rasa cinta dan penghormatan saya kepada Bapak Ibu itu rumusnya ibu 3 kali lebih dari Bapak. Begitulah indahnya Islam.
Lalu, hubungannya dengan nama domain?
Lha kalau saya tuliskan anitarohmawatiamyseno.com sepertinya kepanjangan hahahaha.
Jadi cukup nama sendiri saja.
Kalau nama lengkap ibu kandung? Nah lho jangan sekali-kali disebar ya..bahaya. Karena ini biasanya dipakai untuk verifikasi akun oleh bank.
Jadi, cara memuliakan ibu salah satunya adalah dengan cara melindungi nama lengkapnya, jangan menambah akun ibu kandung di social media kecuali namanya dibuat tidak sama dengan nama asli. Memang ini adalah tantangan anak milenial, tatkala ibu dan anak sama-sama melek dan aktif bersosial media.
Jika seorang wanita menjadi pejabat penting atau public figure, sebaiknya jangan menggunakan nama yang tertera di akta lahir di ruang publik. Karena hal tersebut bisa dijadikan bahan bagi orang-orang keji yang hendak membobol tabungan anak-anaknya. Atau, jadilah sosok wanita yang menjauhi ketenaran, bukan apa-apa, hanya meminimalisir risiko tersebut. Tapi, ada juga sosok yang ketika menjadi pejabat tinggi memutuskan untuk mengganti namanya termasuk tanggal lahirnya, supaya tidak menjadi sasaran guna-guna dari orang jahat.
Ada juga wanita yang telah menikah menambahkan nama suaminya untuk menyamarkan namanya. Kalau dalam dunia computer networking, istilahnya semacam masking untuk melindungi nama aslinya. Namun, dalam Islam adalah makruh untuk menggunakan nama suami di belakang nama diri. Jadi, gunakanlah nama Bapak kandung kita sendiri-sendiri ya…
Wallahu’alam. Memang sudah seharusnya kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai mara bahaya, dan tidak ada salahnya meminimalisir risiko dari gangguan orang-orang jahat.
Selain itu, alasan penggunaan nama lengkap sebagai domain web adalah sebagai bagian dari personal branding. Menurut Pak Nukman, pakar social media yang berkesempatan mengisi helatan akbar Pertamina Digital Expo 2018, seorang social influencer setidaknya wajib punya 3 hal yakni, akun instagram, akun twitter, dan blog pribadi. Instagram jelas fungsinya untuk berbagi melalui media foto, sedangkan twitter text terbatas. Nah, blog di sini sebagai pemberi penjelasan menganai apa-apa yang kita tulis di kedua media sebelumnya. Bisa juga untuk mengulas hal lain yang spesifik yang dirasa perlu dijelaskan melalui blog. Atau, sebagai juga copy dari tulisan kita yang telah diterbitkan di media surat kabar atau situs berita.
Kombinasi dari domain nama lengkap dan hosting berbayar bisa diartikan sebagai profesionalitas, keseriusan, dan simbol kemapanan dari pemiliknya. Menggunakan domain dan hosting berbayar artinya setiap tahun harus membayar biaya tersebut atau akun kita akan di-terminate atau bahkan bisa dijual kembali. Saya jadi teringat, setiap club mahasiswa di Monash Uni, mewajibkan untuk membayar biaya keanggotaan selama 1 tahun di muka. Hal ini untuk memastikan komitmen kita terhadap organisasi terebut. Kalau sudah bayar sebesar itu pastinya akan berpikir ulang jika hendak bolos kegiatan club kan? Dan akan berpikir ulang juga mengambil lebih dari 2 club berbayar dalam setahun. Jadinya memang mau tidak mau diminta fokus memilih kegiatan hehehehe. Begitu juga dengan blog ini, menggunakan domain dan hosting berbayar untuk menjaga ke-istiqomahan dalam berbagi melalui media ini.

Jadi demikianlah sedikit cerita di balik domain ini. Mohon maaf bila kepanjangan.

Sungguh, kebenaran itu datangnya dari Allah SWT. Tuhan seluruh Alam. Kesalahan pastilah dari saya.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Sejarah anitarohmawati.com
Tagged on:                     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *