image credit to www.artbeads.com 

Sebagai perempuan centil normal, saya pun suka menggunakan aksesoris pelengkap busana. Biasanya saya menggunakannya untuk penyeimbang penampilan dan menutupi pergelangan tangan yang terkadang suka tertampak sedikit saat beraktivitas. Among any other kind of jewelry, I love stone-based the most.
Sebenarnya saya suka semua bebatuan kecuali batu yang digunakan sebagai akik cincin. Giok dan amethyst adalah beberapa di antara batu yang saya suka dan pernah saya gunakan. Ada juga satu jenis batu (or whatever u called it) paling long lasting bagi saya adalah si manis berkilau bernama pearl.
Pearl, berdasarkan cara pembuatannya itu dibagi ke dalam 2 jenis yaitu natural dan artificial pearl. Natural pearl adalah yang dibuat secara alami oleh si pearl maker, yaitu tiram mutiara. Tiram mutiara sendiri ada 2 jenis, yaitu sea dan freshwater (air tawar). Dulu saya penggemar mutiara air tawar, tetapi setelah melihat bentuknya yang tidak seragam dan ada yang tidak sempurna, saya jadi agak kurang pede mengenakannya hehehe… kinda perfectionist ya..
Walhasil, sekarang saya beralih ke jenis mutiara semi-artificial, yakni Swarovski Shell Pearl. Mengapa semi-artificial? Karena pearl jenis ini tidak dibuat secara alami oleh tiram, melainkan hasil tangan manusia atau manufaktur di mana bahannya terbuat dari bahan asli yang sama dari pearl alami, yaitu shell yang mengandung nacre (bahan lapisan mutiara alami).
Swarovski shell pearl menawarkan bentuk yang uniform, kilau, dan berat yang sama dengan sea pearl. Inti dari swarovski pearl tentunya adalah crystal Swarovski itu sendiri, yang bentuk dan ukurannya sudah standar dan sama di seluruh dunia. Thanks to science and technology for inventing such amazing method to produce stunning pearl for demanding yet cost conscious woman like me hehehe..
For anybody who would like to order Swarovski shell pearl, bisa memesan di Anita ya.. 🙂 please look at below detail.

Anita Rohmawati
anita.rohmawati@gmail.com
IG @anitarahma
Phone 085641081509

Pearl, The Divine Bijouterie
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *