Cloth Diapers atau Clodi adalah popok kain modern yang bisa digunakan sejak bayi newborn hingga 24 bulan (atau lebih). Berbahan PUL (Polyurethane Laminate) yang kedap air namun ringan untuk bagian luar, dan fleece untuk bagian dalam. Fleece ini unik, karena ia tidak basah saat kena air tetapi bisa menyerap air. Hal ini memberikan efek kering bagi kulit bayi. Untuk insertnya biasanya berbahan microfiber yang tampilannya seperti handuk. Untuk clodi sendiri bisa digunakan berulang dengan mengganti insertnya saja, atau bisa diganti dua-duanya jika clodi sudah “penuh”.

Mengapa saya menggunakan clodi untuk anak saya?

  1. Motifnya lucu-lucu

Ini adalah faktor pertama bagi saya. ini contohnya :

pempem

motif di atas untuk merek PEMPEM. Motif terbarunya lebih lucu lagi. Ada pula merek lain yang tidak kalah bagus dan cakep-cakep motifnya.

Pengalaman saya untuk Keenan, menggunakan clodi merek berikut:

  • Cluebebe untuk usia 1 bulan s.d 3 bulan
  • Pempem dan Sobi untuk usia 3 s.d sekarang (direncanakan sampai 24 bulan)

 

  1. Lebih hemat daripada penggunakan pospak (popok sekali pakai)

Jika dihitung-hitung, harga clodi lokal rata-rata Rp. 85.000 per buah. Untuk buah hati Anda, dari new born hingga 24 bulan (atau lebih) kurang lebih membutuhkan 15 clodi. Total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 1.275.000 saja. Bila bunda berselera akan clodi yang fancy, bisa memilih clodi premium dengan harga berkisar Rp. 150.000 hingga Rp 300.000. Meskipun mahal per satuannya, namun masih jauh lebih hemat dibanding dengan penggunaan pospak. Clodi yang dirawat dengan baik bisa diwariskan untuk adik-adiknya, jaid tambah hemat deh..hehehehe..

Coba bandingkan dengan penggunaan pospak. Isi 20 harganya rata-rata Rp.45.000. Jika si kecil 1 hari menggunakan 4 kali pospak, maka 1 kotak hanya untuk 5 hari pemakaian. Untuk 1 bulan maka membutuhkan 6 dikali Rp. 45.000 sama dengan Rp. 270.000. Ini baru 1 bulan, jika 2 tahun maka tinggal dikalikan 24 menjadi Rp. 6.480.000. Wow, fantastis bukan?

  1. Mendukung Gaya Hidup Go Green

Clodi karena berbahan kain, maka bisa dipakai ulang. Tidak perlu bingung dengan sampah pospak menumpuk yang harus dibakar.

Clodi tidak mengandung bahan kimia yang  merugikan bayi. Berbeda dengan pospak, yang bisa menimbulkan ruam atau alergi untuk pemakaian jangka panjang. Kulit bayi tentu lebih sensitif daripada kulit orang dewasa, maka kita harus memperhatikan kesehatan kulitnya.

Dalam 1 hari, saya biasanya minimum 4 kali ganti clodi untuk si Kecil. Pagi setelah mandi, siang setelah makan (atau jika si Kecil habis pup), kemudian sore sehabis mandi, dan malam sebelum tidur. Tentunya jika di antara waktu-waktu tersebut si Kecil pup, maka harus menyesuaikan penggantiannya.

  1. Media Transfer Cinta untuk Si Buah Hati

Clodi yang dibersihkan, dicuci, dijemur, dan disiapkan sendiri oleh Bunda kepada buah hatinya adalah clodi yang pernuh cinta, yang menyampaikan energi positif bunda ke bayi melalui sentuhan ke kulit bayi. Transfer cinta yang sama pada saat Bunda memerah dan menyiapkan ASIP sendiri, atau memasak MPASI sendiri untuk Si Kecil. Rasanya berbeda bila kita hanya menggunakan pospak yang sekali pakai langsung buang (belum tentu sempat membersihkan terlebih dahulu).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan clodi:

  1. Gunakan shower jet untuk membersihkan sisa-sisa pup pada permukaan dalam clodi. Lakukan segera begitu ada kotoran tertinggal, agar kotoran tidak membentuk noda.
  2. Pastikan bau dan warna noda pada clodi sudah hilang sebelum dijemur atau dicuci bersama dengan pakaian lainnya. Jadi, kita dituntut untuk menguasai ilmu bersuci (Thaharah) agar benda-benda yang dipakai bayi bersih dari najis. Clodi juga bisa dicuci dengan mesin cuci lho Bund. J
  3. Untuk menghilangkan noda dan bau pada clodi, bisa direndam menggunakan air biasa, setelah itu guyur dengan air mengalir/ di bawah kran hingga bersih.
  4. Bila ada tanda-tanda permukaan dalam clodi (biasanya terbuat dari bahan fleece) atau insertnya sudah tidak lembut, segera lakukan striping, yaitu merendam clodi atau insert ke dalam air panas. Hal ini bertujuan untuk mengurai sisa-sisa deterjen yang membandel di permukaan clodi/insert. Striping bisa dilakukan per 6 bulan sekali.
  5. Jangan menyetrika clodi atau insertnya.
  6. Untuk kebutuhan mobile, jangan lupa bawa wetbag untuk menyimpan clodi yang basah/kotor.

Demikianlah sedikit sharing tentang pengalaman menggunakan clodi. So far, puas dengan manfaat dari clodi, dan si kcil pun belum pernah mengalami ruam akibat pemakainnya. Bagi bunda-bunda yang belum beralih ke clodi silahkan rasakan sendiri manfaat dan hematnya.. J

Go Green Mommies & Babies with Cloth Diapers
Tagged on:                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *