BababKita bertemu saat semester 1 di perguruan tinggi. Engkau bergitu terkenal, setiap senior dan mahasiswa baru, respek kepadamu. Badanmu tinggi menjulang dan engkau pandai beladiri Tae Kwon Do. Meski engkau begitu powerful, tetapi hatimu tidak keras. Engkau tak pernah gunakan keahlianmu untuk menyakiti orang. Yang kuingat, kau pernah patahkan ranting pohon di parkiran kampus dengan sekali tendang. Itu pun karena kupaksa. Sebetulnya engkau bukan tipe pria yang show off.

Pertama kali mengenalmu, aku sudah yakin bahwa You are The One, the one yang akan membersamaiku hingga kita beranak pinak. Engkau pintar melucu, tapi tidak konyol. Engkau pintar dalam pelajaran, walau aku lebih pintar dan aktif darimu hehehehe..

Hatiku jatuh padamu saat aku jatuh memboncengkan teman gara-gara pecicilan. Dan cuma engkau yang memberikan perhatian lebih padaku. Setiap hari antar jemput aku dari jaman tangan digips sampai iguana yang dicoret bolpen itu kita lepas dari bukit belakang kampus.

Engkau mengenaliku saat aku tak terlihat. Dan tetap membersamaiku hingga kini.

Bersama kita lewati semester demi semester, kegiatan demi kegiatan. Pacaran judulnya. Sampai dapet surat cinta dari ROHIS dan ditegur kakak, barulah aku menulis surat cinta kepadamu yang isinya bahwa aku ingin jadi muslimah yang baik. Aku ingin taat. Sejak itu tiada lagi aktivitas bonceng-boncengan. Semua kegiatan murni muamalah biasa. Perkuliahan dan kegiatan kampus lainnya. Hanya itu, kita tidak pergi ke konser, tidak travelling bersama atau lainnya.

Sampai tiba saatnya aku lulus duluan, dan kamu masih berjuang dengan skripsimu. Kita berjanji satu sama lain, siapa yang dapet kerjaan duluan, yang di belakang harus mengikuti domisili yang di depan.

Alhamdulillah rencana Allah SWT begitu indah, setahun kemudian Engkau lulus jua. Tanggal 28 November 2011 kau pun dapat pekerjaan di Jakarta dan 3 hari kemudian aku diangkat sebagai karyawan Pertamina.

Tanggal 28 November juga tanggal jadian kita 11 tahun yang lalu.

Awal tahun 2012, aku mulai berfikir akan dikemanakan hubungan kita, kata kakakku :

“Maisyah sudah ada, Aisyah sudah di depan mata, lalu, tunggu apa lagi?”

Yang intinya, ayo segeralah menikah..bersegeralah menuju sunnah..sebelum semuanya berubah.. 🙂

Akhirnya 30 Mei 2012 Engkau ucapkan akad nikah. Meskipun kondisi kita belum mapan, kita beranikan melawan dunia, merangkai masa depan bersama. We just only 24. We still young but be us against the world.

Alhamdulillah segala sesuatunya dimudahkan, kehidupan setelahnya juga.

Engkau adalah pria yang jujur, satu-satunya yang bisa menerimaku apa adanya. Segala baik burukku telah kau ketahui juga. Engkau adalah kaca bagiku.

Engkau bisa berenang, bela diri, tidak takut kecoa, fotografi, bertukang, berkebun, memasak, memperbaiki rumah, sayang dan suka anak-anak, itu sudah cukup awesome bagiku.

Walau aku harus mengeluarkan extra biaya untuk menemukan sepatu dan busana yang pas dan cocok untukmu, tidak seperti ukuran tubuhku yang cukup ideal untuk orang pribumi. Kasur 200×200 pun hanya cukup untuk dikuasai aku dan Keenan. Kau mengalah pada banyak hal untuk kita.

Aku bersayap sebelah, begitu juga engkau. Saling melengkapi. Hanya dengan berpelukan kita bisa terbang bersama.

Kalau aku bisa bernyayi sambil memainkan piano, mungkin sudah kubuatkan lagu seperti yang dilakukan John Legend untuk istrinya dalam lagu “All of Me”. 🙂

Semoga kita selalu bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..di dunia akhirat..aamiin..

Aku sayang dan mencintaimu karena Allah, suamiku “Taufan Dwi Prayogo”.

 

Pria yang Membersamai Hidupku
Tagged on:                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *